Suara Dunia Yang Terlupakan

Menimbulkan kerut yang timbul ketika itu
Peluh yang basah dan tak ada kain yang lekat
Mungkin tuli yang dapat kusalahkan
Kepala yang keras tak kenal kata-kata

Mungkin duniaku benar kala itu
Mereka berteriak menyeruak kedalam ruang kosong
Aku yang terpaku akan bayangan suara yang indah
Menantikan harapan yang entah dimana
Duniaku berkata… “Jangan indahkan suara yang menderu karena kau terlalu baik untuknya”
Jodoh ku adalah bidadari yang timbul, bukan suara-suara yang takkan menimbulkan bunyi

Kini mungkin dunia benar adanya..
Aku yang tuli, congkak dan angkuh akan duniaku
Kini aku benar-benar tak tau arti suara yang menderu
Apa yang dulu membuatku dapat menoleh kearahnya, diantara banyaknya hati yang menggema
Mungkin kini hatiku sakit, dan ku yakin itu tak memakan waktu yang berdetak
Karena pasti bidadariku kan datang esok

Maafkan aku duniaku..
Aku telah membiarkan kau dengan segala alasan
Aku tak dapat mendengar perkataan
Dan aku kini akan mendengar setiap jejak langkah…

~HP~

Tags: , , , , ,

Leave a Reply