Jejak Sang Pendosa

Satu persatu kini sayapku mulai patah
Hidup yang akan menjadi anganku kelak tanpa angin kini
Hanya sesak, tangis dan cacian pada secuil warna hidup yang kosong
Terserah kata mereka, mungkin itu kenyataan yang terjadi selama hidup berjalan
Semua memang telah terjadi, dan pasti terus berlalu
Yang kusesali kini hanya, aku kini SENDIRI!!

Sendiri hadapi kemarau dan badai yang melumpuhkan jantung dan detak nadi
Dunia tau ku hanya daging kering yang berteman lalat
hanya orang kecil yang coba berdiri tegak menapak panas
Yang akhirnya hanya ditertawakan sebongkah batu besar yang terbuat dr emas, yang menurutku sombong dengan kacanya

Jika kelak TUHAN mengizinkanku hidup, tak kan ada yang boleh seorangpun menjadi AKU!!

~HP~

Tags: , , , ,

Leave a Reply