Archive for the ‘Love Letter’ Category
Monday, July 6th, 2009
Engkau bukan mawar, tapi aku ingin menciummu
Engkau bukan madu, tapi aku ingin merasakanmu
Dan aku bukan pujangga yang patut kau cintai
Tapi ku ingin pahami dirimu…menjelajah dalam kalbumu
Cinta adalah sebuah kata bercahaya
Ditulis oleh tangan cahaya, pada malam cahaya
Engkau adalah serentetan kata-kata
Yang kutulis dengan kata cinta keabadian
(more…)
Tags: cahaya, cinta, engkau, pujangga
Posted in Love Letter | No Comments »
Friday, July 3rd, 2009
Ternyata pagi adalah keindahan dunia
Aku tak pernah tau akan hal itu…
Waktu tak pernah menoleh membangunkan ku…
Jika pagi datang, hingga aku bagai manusia yang baru
Mungkin kini perasaanku pun takkan menoleh
Perasaanku yang terlalu sabar menungguku menoleh padanya
Banyak suara menderu, bahkan kadang memaki
Mereka berkata lihatlah perasaanmu dan kata hatimu
(more…)
Tags: hati, maaf, memaafkan, perasaan, perasaanku, suara
Posted in Love Letter | No Comments »
Tuesday, June 30th, 2009
Waktu berlalu secepat nadi mengalir
Hari berhembus mengikuti bayangan yang takkan pernah pudar
Perawan trus berlalu beriringan
Jejak mereka tak satupun membekas
Bahkan bayangannya pun tak dapat tersentuh
Entah mengapa tak ada yang menusuk hati
Hanya berlalu dan mengalir tanpa ada kucuran yang menyibak
Apakah hati ku benar-benar beku?
Ataukah jalan hidupku hanya berjalan sepi?
Semua tak pernah dapat menyentuh relung (more…)
Tags: cinta, hati, hati yang beku, hidup, jalan hidup, wanita
Posted in Love Letter | No Comments »
Saturday, June 27th, 2009
Menimbulkan kerut yang timbul ketika itu
Peluh yang basah dan tak ada kain yang lekat
Mungkin tuli yang dapat kusalahkan
Kepala yang keras tak kenal kata-kata
Mungkin duniaku benar kala itu
Mereka berteriak menyeruak kedalam ruang kosong
Aku yang terpaku akan bayangan suara yang indah
Menantikan harapan yang entah dimana (more…)
Tags: dunia, kata-kata, perkataan, sakit hati, suara, suara hati
Posted in Love Letter | No Comments »
Wednesday, June 24th, 2009
Karena hidup hanya sekejap dan hanya hitungan waktu berlalu
Pilihan hidup kini hadir menghampirimu
Ketika detak jantungmu harus terus mengejar asamu
Nafas mudamu kini harus menyesali takdir yang terus datang
Kenyataan yang mungkin menguras air matamu
Kenyataan pahit yang kau ukir dimasa lampaumu
Masa lampumu yang kelam akan cahaya
Gelap yang membuat kau terlena akan nikmat yang datang
Mungkin cinta yang tulus dan terlalu besar untuknya (more…)
Tags: air mata, cinta yang tulus, hidup, kehidupan, kelam, kesedihan, masa lalu, penyesalan
Posted in Life Letter and Love Letter | No Comments »