Archive for the ‘Life Letter’ Category

Bali Hari Ini

Tuesday, June 30th, 2009

Seakan seluruh umat mencari perlindungan yang ada
Ledakan besar membuat hancur udara segar
Kelamnya asap seakan menyatu dengan tangis
Nyawa tak terhitung jumlahnya
Api menyambar seisi ruangan, seakan tak pernah nikmati nikmatnya kesejukan
Terkutuklah kau wahai manusia
Apa yang kau perbuat membuat kehidupan lumpuh
Kini kau sembunyi dalam bayangan
Keluarlah kau, tak beranikah kau berhadapan dengan ku??
Entah apa keinginan mu (more…)

Jejak Sang Pendosa

Wednesday, June 24th, 2009

Satu persatu kini sayapku mulai patah
Hidup yang akan menjadi anganku kelak tanpa angin kini
Hanya sesak, tangis dan cacian pada secuil warna hidup yang kosong
Terserah kata mereka, mungkin itu kenyataan yang terjadi selama hidup berjalan
Semua memang telah terjadi, dan pasti terus berlalu
Yang kusesali kini hanya, aku kini SENDIRI!!

Sendiri hadapi kemarau dan badai yang melumpuhkan jantung dan detak nadi
Dunia tau ku hanya daging kering yang berteman lalat (more…)

Hidupmu Adalah Hasil Perbuatan Dikehidupanmu

Wednesday, June 24th, 2009

Karena hidup hanya sekejap dan hanya hitungan waktu berlalu
Pilihan hidup kini hadir menghampirimu
Ketika detak jantungmu harus terus mengejar asamu
Nafas mudamu kini harus menyesali takdir yang terus datang
Kenyataan yang mungkin menguras air matamu
Kenyataan pahit yang kau ukir dimasa lampaumu

Masa lampumu yang kelam akan cahaya
Gelap yang membuat kau terlena akan nikmat yang datang
Mungkin cinta yang tulus dan terlalu besar untuknya (more…)

Ketika Dunia Menguji Kehadirannya

Thursday, June 18th, 2009

Tetesan air mata yang tersimpan adalah kata untuk kalian yang akan menyapa luka yang tak terobati
Air mata yang jatuh akan membuat bunga yang mekar terkulai
Mudah2an ini tak terjadi, hingga kalian dapat menikmati luka dan tangisan
Ketika Dunia Menguji Kehadirannya

Lorong yang panjang, redup karena hanya sepotong cahaya yang melintas
Terbersit dan menemani hingga alam berganti
Hanya kata yang perlahan, berbisik tanpa lantang dan berani mengusik
Kesepian yang nyata diraut yang kusut dan enggan tersenyum
Tersenyumpun terlihat pahit yang membasahi
(more…)

Jangan Bangunkan Aku Jika Esok Tak Datang

Thursday, June 18th, 2009

Lelah, letih dan tak tau apa yg kurasa
Atau mungkin tubuh sudah tak dapat lagi mengenal rasa
Apa yang ada di benak mungkin tak menyatu dalam gerak
Gerakan tak mencerminkan hati
Hati tak sejalan dengan perasaan

Mungkin tubuhku sudah harus diistirahatkan
Dibaringkan dalam hembusan angin
Tulang seakan patah, tak karuan kemana serpihannya
Hiruk pikuk, hilir mudik bayangan membuat lelah
(more…)